Mengapa Web3 Tidak Bisa Berkembang Tanpa Dasar Web2 dan Web1
Web3 sering dipuji sebagai masa depan internet yang terdesentralisasi, tidak dapat dipercaya, dan dimiliki pengguna. Tetapi sementara itu membawa inovasi menarik seperti blockchain, kontrak pintar, dan ekonomi berbasis token, Web3 tidak ada dalam ruang hampa. Bahkan, sebagian besar pertumbuhannya masih sangat bergantung pada infrastruktur dan prinsip-prinsip yang dibangun selama era Web1 dan Web2.
Web1, sering disebut sebagai web “read-only”, memperkenalkan situs web statis dan memungkinkan pengguna untuk mengonsumsi konten. Meskipun mungkin tampak ketinggalan jaman saat ini, ia meletakkan arsitektur dasar untuk bagaimana internet bekerja, sistem nama domain (DNS), HTML, protokol HTTP, dan banyak lagi.
Mengapa Web1 masih penting bagi Web3:
Access & Communication Protocols: Data blockchain masih diakses menggunakan protokol Web1 seperti HTTPS dan IPFS gateways. 1.
Persistence of Data: Banyak aplikasi terdesentralisasi masih melayani bagian dari UI mereka dari server web tradisional. 2.
Browser Compatibility: Bahkan browser berkemampuan Web3 seperti Brave atau ekstensi seperti MetaMask mengandalkan standar Web1 untuk merender dan berkomunikasi. 3.
Web2: The User Experience Engine
Web2 membawa interaktivitas, konektivitas sosial, dan konten dinamis. Ini memunculkan platform seperti Facebook, YouTube, dan layanan Google yang memprioritaskan pengalaman pengguna, skalabilitas, dan kenyamanan.
Mengapa Web2 sangat penting untuk Web3:
User Interfaces (UI/UX): Kebanyakan dApps (aplikasi terdesentralisasi) masih menggunakan frontend Web2 untuk menawarkan antarmuka intuitif kepada pengguna. Tanpa itu, orientasi hampir tidak mungkin dilakukan oleh pengguna non-teknis. 1.
Cloud Infrastructure: Layanan seperti AWS, Google Cloud, dan jaringan CDN masih menampung banyak penjelajah blockchain, dasbor, dan alat analitik. 2.
Authentication & Identity: Banyak dApps memungkinkan pengguna untuk masuk dengan Google atau Twitter untuk menyederhanakan akses. Meskipun ini mungkin tampak bertentangan dengan desentralisasi, ini membantu menjembatani kesenjangan bagi pengguna baru. 3.
Mengapa Internet Hibrid adalah Masa Depan
Misi Web3’s sangat kuat, mengalihkan kendali dari teknologi besar ke individu. Tetapi untuk sampai ke sana, ia harus berintegrasi dengan lancar dengan apa yang datang sebelumnya. Daripada mengganti Web1 dan Web2, Web3 berkembang bersama mereka.
Internet yang sepenuhnya terdesentralisasi tidak dapat mengabaikan:
Tantangan skalabilitas masih dipecahkan lebih baik dengan alat terpusat. 1.
Kepatuhan peraturan yang membutuhkan kerangka web tradisional. 2.
Adopsi pengguna mainstream yang tergantung pada antarmuka yang sudah dikenal. 3.
Web3 adalah bab berikutnya, tetapi buku ini dimulai jauh sebelum itu. Web1 menciptakan struktur, Web2 membawa orang-orang, dan Web3 sekarang memperkenalkan kepemilikan. Jalan ke depan yang paling realistis bukanlah tentang mengganti yang lama tetapi membangun di atasnya.
Jadi saat kita bergerak ke masa depan yang terdesentralisasi, jangan lupa: masa lalu internet masih memberi kekuatan pada masa depannya.
Sumber : World Crypto Network X #SYNTAX VERSE
Komentar
Posting Komentar